Jumat, 29 Agustus 2014

hanya sekedar bercerita



Embacang, Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
Rabu, 20 Agustus 2014 pukul 00:31

Laa yatakallamuna illa man adzinalahu rohmanu woqolaa sowaba,,,,??
assalamualaikum warahmatullahi wabarookatuhu,,,
salam sejahtera aku sampaikan kepada semua mahluk Allah pada tengah malam yang penuh dengan kenikmatan ini. Malam dimana beberapa hari yang lalu bangsa indonesia bertambah usianya satu tahun (pada tanggal 17 agustus kemarin) dari 68 tahun menjadi 69 tahun. Malam yang tampaknya badanku terasa agak capek, karena aku baru pulang rewangan dari tetangga yang mempunyai hajatan menikahkan anaknya. Malam yang sangat sepi dan sunyi karena memang sudah terlalu larut hingga mungkin sebentar lagi pagi akan datang. Malam disaat kebanyakan orang sedang terlelap dalam tidur dan mungkin banyak yang sedang bermimpi,

mugkin ada yang mimpi indah atau juga mungkin ada juga yang sedang bermimpi tidak mengenakkan, semoga saja kita semua tetap dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aammiin,,,
Alhamdulilla hirobbil a’laamiin,,

Rasa syukur senantiasa aku panjatkan kehadirat Allah SWT, tuhan yang menguasai segala alam seisinya. Karena berkat Rahmat, Taufiq serta hidayah-NYA lah aku bisa merasakan berapa nikmatnya malam ini. Aku bisa merasakan betapa sejuknya udara yang aku hirup pada malam ini. Bahkan aku juga masih bisa merakan betapa indahnya lukisan indah yang ada dilangit pada mala ini. Aku bisa melihat bintang yang betebaran dilangit yang gelap, behkan tak jarang aku juga melihat walau sekilas bintang yang jatuh ke bumi yang biasa disebut dengan Meteor. Sungguh suasana yang sangat menabjubkan bagiku malam ini. Betapa banyak nikmat Allah SWT yang telah dikaruniakan kepadaku. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita semua kekuatan dalaam iman, ketetapan dalam Islam, dan tetap berjalan dengan ketaqwaan yang selalu berada pada jalan kebenaran-NYA. Aammiin,,,

Saat ini aku benar-benar merasakan semua kenikmatan yang telah Allah berikan padaku selama ini. Dimana ketika aku berada didesa, merasakan indahnya, enaknya, sejuknya suasana desaku. Dan tentunya semua itu terasa sangat nyaman ketika aku berkumpul dengan keluarga. Itulah salah satu faktor utama bagiku yang membuatku terasa sangat bahagia dan merasakan akan kenikmatan yang telah Allah berikan. Walaupun desaku berada sangat jauh dari keramaian, sangat terpencil, sepi dan mungkin bisa dikatakan hutan perkebunan karet yang dihuni oleh beberapa kelompok keluarga. Namun bagiku semua itu tetap terasa enak, aman dan nyaman ketika aku lewati dengan keluarga tercinta.

Malam ini adalah malam-malam terakhir aku berada didesaku ini diliburan hari raya idul fitri tahun ini. Karena beberapa hari kemudian aku akan berangkat kembali ke tempat aku mencari Ilmu. Perasaanku tampaknya agak sedih ketika aku harus pergi meninggalkan keluarga tercinta ini, meninggalkan desa kecil ini. Didaerah inilah tersimpan banyak kenangan dimasa kecilku. Kadang-kadang aku teringat saat aku dan teman-teman berlari sekuat tenaga kearah belakang rumahku didaerah rawa-rawa yang penuh dengan padang rumput, untuk mengejar matahari ketika sore dan matahari mulai turun. Atau juga ketika aku dan teman-teman pergi keluar masuk hutan pada hari libur untuk mencari burung dengan ketepal. Dan yang paling mengasyikan adalah ketika musim penghujan, dimana rawa-rawa di daerah ku ini mulai banjir. Aku dan teman-temanku selalu pergi kerawa untuk memancing, berlomba mencari ikan. Itulah kenangan-kenangan masa kecilku yang aku ukir di daerah terpencil ini. Di daerah pinggiran ini. Sungguh kenangan masa-masa kecil yang tidak mungkin terlupakan. Itulah yang kadang-kadang aku rindukan ketika aku sedang jauh dari tempat ini. Dan kini aku akan pergi meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan masa kecilku ini. Aku akan meninggalkan keluarga tercinta yang dulu kami hidup bahagia walau sederhana disini,walau sementara tapi rasanya sulit bagiku untuk meninggalkan semua ini. Apalagi meninggalkan keluarga, ditambah keadaan ibuku yang mulai sakit-sakitan. Rasanya tidak tega dan tambah berat untuk meninggalkannya. Kenangan bersama keluarga ditempat ini, ketika kami memanen sayur-sayuran dan buah-buahan hasil perkebunan keluarga kami. Aku sulit untuk meninggalkan semua ini.

Tapi semua ini adalah demi kebaikan ku, demi kebaikan keluargaku. Aku harus rela dan ikhlas meninggalkan semua ini, walau hanya untuk sementara. Pergi untuk menuntut Ilmu. Memang sudah agak lama aku meninggalkan daerahku ini. Sudah agak lama aku terbiasa hidup tidak dengan keluarga, sudah lebih dari tujuh tahun. Semenjak aku lulus dari sekolah dasar aku sudah berpisah dengan keluargaku. Tentu tidak ada alasan lain selain karena untuk mencari ilmu. Untuk bekal hidupku, baik hidup di dunia maupun hidup diakhirat. Begitulah kata ibu ku ketika menasehati aku. Makanya aku nurut saja dengan orang tuaku, aku yakin apa yang dilakukan orang tuaku terhadapku pasti demi kebaikanku juga. Aku sekarang masih diberi kesempatan untuk belajar meninmba ilmu di negeri sebrang, maka akan aku lakukan dengan sebaik mungkin kesempatan ini. Tidak boleh di sia-siakan. Sebab masih banyak teman-teman ku yang lain yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan seperti aku untuk belajar hingga di bangku perguruan tinggi. Makanya jangan sampai aku salah gunakan kesmpatan yang baik ini.

Aku tidak boleh mengecewakan kedua orang tuaku. Kasihan ibu dan bapak dirumah yang sudah membiayai aku hingga saat ini, mereka rela dirumah untuk memenuhi keperuan sehari-hari dilakukan dengan sederhana dan apa adanya demi anak-naknya, agar anak-anaknya bisa menjaadi orang yang mempunyai ilmu yang baik, bisa menjadikan hidup anaknya lebih baik dari pada hidupnya. Subhanallah,, terima kasih ya Allah,, engkau telah memberku sosok orang tua yang sangat luar biasa. Maka dari itu, ya Allah, jadikanlah aku anak yang sholeh, jadikanlah aku anak yang berbakti kepada orang tua, berikanlah rahmat, taufiq serta hidayah-MU pada ku dan juga pada kedua orang tuaku, tuntunlah aku dan kedua orang tua ku kejalan yang baik dan benar di jalan-MU ya Allah,,,, jauhkanlah kami dari segala marabahaya, selamatkanlah aku dan kedua orang tuaku dunia akhirat ya Allah,, dan wujudkanlah apa yang aku dan kedua orang tuaku cita-citaka, jadikanlah aku anak yang baik,, selalu dekat dengan-MU, kutkanlah keimanan dan ketaqwaan ku terhadapmu ya Allah,, ya Allah ya Rohman, ya Rohim,, ampunilah semua dosa-dosaku, dosa-dosaku kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku, ketika aku masih kecil,,,,,,,,,

allahumma sholli a’la muhammad, wa’alaa aliy sayyidina muhammad,,,
robbana aatina fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina a’dza bannar,,
walhamdulillahirabbil a’laminn,,,,
wallu’alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar