Oleh :
Misbahul Munir[1]
Ijma’ menempati salah satu sumber hukum
atau dalil hukum berada setelah al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pendapat
beberapa jumhur ulama’ mengenai ijma’. Hal ini menunjukkan bahawa betapa
pentingnya kedudukan ijma’ sebagai hujjah atau dalil hukum. Dalil-dalil yang
ada pada ijma’ wajib untuk di patuhi oleh semua umat muslim jika tidak ada
dalam al-Qur’an dan Sunnah.
Jika tidak mematuhi hal yang di tetapkan
dalam ijma’ maka sama saja berarti tidak mematuhi terhadap apa yang telah di
tetapkan dalam al-Qur’an dan Sunnah.[2]
Hal ini karena dalil yang ada pada ijma’ sumber hukumnya juga berasal dari
al-Qur’an dan hadis juga. Jumhur ulama’ mengemukakan pandapat ini tentu dengan
menggunakan dasar yang ada pada al-Qur’an dan Sunnah. Berikut beberapa dalil
yang dijadikan dasar oleh para ulama’ kaitannya mengenai ijma’.
Surat an-Nisa (4):115