Sabtu, 06 Agustus 2016

MENJADI WASIT

Catatan-catatan Kecil KKN

Sukorejo Girikerto Sleman Yogyakarta, Minggu 7 Agusuts 2016.

Pagi ini saya hadir kembali untuk menceritakan beberapa kejadian-kejadian kecil yang saya alamai di hari-hari Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kembali lagi untuk menceritakan beberapa perjalanan hidup yang bergulir begitu dengan cepatnya. Sampai tidak terasa hari sudah berganti dan waktu juga sudah berubah. Begitulah yang saya rasakan hari-hari ini. Utamanya ketika menjalani KKN. Rasanya baru

Jumat, 05 Agustus 2016

Catatan-catatan kecil KKN

Sukorejo, Sabtu 6 Agustus 2016.
kali ini mulai muncul lagi dipermukaan tulisan ini. setelah cukup lama vakum tidak menulis di sini. rasanya rindu untuk menuliskan lagi mengenai banyaknya cerita dan jalan hidup ini.
bukan, bukan karena aku sibuk atau tidak sempat.

Senin, 02 Mei 2016

MENWA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA BERSIH-BERSIH KALI WONG DALAM RANGKA HARI BUMI

berikut link dari UIN :
MENWA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA BERSIH-BERSIH KALI WONG DALAM RANGKA HARI BUMI



Hidup bersebelahan dengan Sungai tentu saja harus selalu peduli mengingat sungai merupakan Jantung kehidupan kota yang memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat sekitarnya.
Dalam rangka Hari Bumi dan milad Emas UKM MENWA Sungai/ Kali Gajah Wong UKM MENWA mengajak mahasiswa serta warga sekitar ikut andil dalam kebersihan sungai yang bersebelahan dengan kampus UIN. Hal ini dilakukan kali gajah Wong mempunyai andil besar dalam kegiatan MENWA karena sebagai saksi perjuanag UKM MENWA.
Pembersihan Sungai dilakukan UKM MENWA beserta Mahasiswa lainnya sejak pukul 08.00 wib sampai siang hari, dan dilakukan secara bersama-sama dari dua titik yaitu arah depan Student Centre dan dari arah gelanggang. Adapun yang dibersihkan dari tepi sungai dua sisi dan dalam sungai,
Mengingat dari hulu hingga hilir sungai terdapat rumah-rumah penduduk dan kesadaran akan kebersihan lingkungan yang belum merata sehingga sungai di era tahun 70an bisa untuk mandi maka tidak akan didapati lagi, mengingat pencermaran limbah sampah dan buangan air dari penduduk sudah sedemikian rupa.
Mudah-mudahan dengan dimulainya gerakan mENWA maka mendorong UKM yang lain melanjutkan dan melakukan gerakan rutin serta sosialisasi ke warga sekitar agar tidak membuang limbah mkesungai lagi. Ungkap Panitia. (rtm)

DAFTAR NAMA FAKULTAS DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

NAMA-NAMA FAKULTAS DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Minggu, 20 Desember 2015

CATATAN AKHIR TAHUN 2015


Masih teringat dengan jelas di benak. Pak Drs. Harmen, kepala sekolah dulu waktu SMA, memberikan wejangan pada saat upacara rutin setiap senin pagi. Beliau dengan nada pidato yang berapi-api logat padang, bertanya pada kami semua selaku anak didiknya di SMA N 1 Lempuing Jaya, OKI Sumatra Selatan. Beliau bertanya apakah yang paling cepat di dunia ini?
Banyak jawaban muncul di benak, ada yang bilang roket, pesawat jet, kilat cahaya dan lain sebagainya. Namun beliau dengan senyum memberikan jawaban, yang paling cepat adalah “perubahan waktu”. Dari satu detik menuju detik selanjutnya, dari menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, tahun ke tahun. Semua bergulir begitu cepat, tanpa terasa kita telah melewati itu semua.
Dan benar memang. Rasanya baru kemarin awal tahun 2015, dan kini sudah sampai di penghujung 2015. Putaran waktu memang begitu cepat, dan tanpa terasa satu tahun telah berlalau. Banyak kenangan yang ada di dalamnya. Waktu ini berputar begitu cepat. Perpindahan dari waktu ke waktu mengantarkan diri ini pada penuaan.
Semua ini menyadarkan saya secara penuh ihwal begitu cepat hidup ini mengalami perubahan dan penuaan. Dan saya tidak ingin semua berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak-jejak kebaikan yang inspiratif. Waktu yang Allah berikan secara “gratis” kepada saya, harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan perjalanan sepanjang 2015 telah banyak membuktikan kalau diri ini memang sudah berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Banyak hal yang telah terjadi, semua saya lakukan dengan niatan dan tujuan yang baik. Setidaknya, jika kelak dimintai pertanggungjawaban tentang waktu, saya sudah berusaha untuk menjawabnya mulai saat ini. Walau entah benar atau salah jawaban tersebut. Semoga catatan ini kelak mampu menjadi saksi.
Gejolak perjalanan hidup yang saya lalui sepanjang 2015 menyadarkan saya secara penuh akan pertanggungjawaban terhadap waktu. Banyak hal yang ingin saya capai sepanjang 2015. Namun apalah hendak dikata? Saya menyadari akan keseimbangan diri yang masih labil. Saya masih belum bisa menjaga keseimbangan diri sehingga masih belum bisa istiqomah dalam mencapai semua keinginan yang saya citakan.
Dulu, awal 2015, saya ingin fokus untuk belajar menulis dan memperdalam bahasa Inggris (meningkatkan skor TOEFL). Hingga saya memutuskan untuk mengurangi intensitas kegiatan organisasi. Saya sengaja tak begitu aktif di beberapa organisasi kampus yang saya ikuti. Namun, menjaga keistiqomahan ternyata susah, tak semudah yang selama ini saya angankan, yang pada akhirnya menyeret saya menuju tepi aliran perjalanan hidup yang mengalir begitu saja. Walau semua keinginan belum bisa terwujud, setidaknya diri ini sudah pernah berjuang, melawan arus rasa malas dan kenistaan nafsu. Walhasil, walau belajar bahasa Inggris masih terbengkalai, namun alhamdulillah, untuk menulis, saya sudah bisa memaksakan diri untuk istiqomah setiap hari menulis walau dengan tertatih. Hingga saat. Semoga bisa berlanjut sampai nanti, entah kapan, mungkin hingga saya memang sudah tidak bisa menulis lagi.
Saya aktif menulis mulai pertengahan 2015, awal Juni tepatnya. Dan itu pun ada waktu selama satu bulan penuh, yakni pada bulan agustus saya tidak menulis sama sekali karena sedang kursus bahasa Inggris di Pare Kediri. Walau hanya setengah tahun kurang, alhamdilillah telah banyak tulisan yang masuk di beberapa media cetak dan online. Baik media nasional, lokal dan kampus. Yang terlacak ada 62 tulisan. Itu yang terlacak, dan saya yakin ada beberapa tulisan yang tak terlacak. Artinya jumlahnya lebih dari itu.
Adapun beberapa media yang pernah memuat tulisan yang saya kirim adalah Suara Karya (Koran Nasional), Kedaulatan Rakyat, Harian Jogja, Lampung Post, Bali Post, Galamedia Bandung, Serembi Indonesia Aceh, Koran Madura, Koran Yogya, Tribun Sumsel Palembang, Malang post, Harian Bisnis Medan, Satelit Post Purwokerto, Belitung Post, Swaranews Surabaya, Harian Bhirawa Surabaya, Maluku post dan Fajar Sumatra Lampung.
Selain itu, pada awal Desember 2015 saya juga mengikuti lomba essai nasional yang diselenggarakan oleh KOPMA UIN Raden Fatah Palembang yang bertemakan tentang masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Dan alhamdulillah, dalam perlombaan tersebut, tulisan saya dinyatakan sebagai tulisan terbaik ke-tiga.
Pada tahun 2015 juga saya sedang proses menerbitkan buku. Yakni buku ontologi-kumpulan tulisan yang pernah dimuat di media masa bersama teman-teman yang tergabung dalam Forum Penulis Mudan Jogja (FPMJ). Rencananya buku tersebut berjudul ‘Revolusi Pemikiran Kaum Muda’. Sebenarnya sudah akan diterbitkan pada akhir 2015. Namun ada beberapa revisi dari pihak percetakan yang pada akhirnya ditunda penerbitannya. Semoga bisa cepat terbit dan mampu memberikan manfaat, baik bagi pembaca maupun penulisnya.
Dengan senyum optimisme yang tinggi, saya berusaha untuk konsisten setiap hari menulis. Walau hanya sekedar tulisan catatan harian yang ecek-ecek, yang penting setiap hari menulis. Belajar untuk bisa istiqomah. Sebab Al-istiqomatu Khoiru min alfi karomah!
Menulis bagi saya hal yang penting. Sangat penting. Saya sadar betul bahwa keadaan saya hari ini pada nantinya akan menuju pada ketiadaan. Maka apalah yang nanti bisa saya tinggalkan ketika wujud ini telah sirna. Yang saya inginkan tentu bagaimana saya bisa abadi dalam kebaikan. Menulis adalah cara terbaik yang saya pilih untuk mengabadikan diri.
Saya ingin dunia ini tau kalau saya pernah ada. Saya, Misbahul Munir, anak kecil yang berasal dari daerah yang sangat pelosok, desa Embacang kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatra Selatan, yang hidup dengan banyak mimpi-mimpi besar. Besar sekali. Sangat besar dalam hidup. Dan saat ini masih terus berjalan untuk menggapi mimpi-mimpi itu, walau kadang harus tersandung dan terjatuh, walau pedih, akan terus berjalan. Bismillah!
Saya memang berasal dari daerah terpincil. Sangat terpencil. Untuk menggambarkan keterpencilan daerah saya, di lampiran saya tunjukkan foto jalan masuk menuju desa, yang sungguh sangat memprihatinkan!
Beginilah keadaan jalan masuk menuju desa saya, desa Embacang Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatra Selatan

Dan akhirnya, inilah catatan perjalanan sepanjang 2015. Rasanya catatan ini terlalu singkat menuliskan perjalanan sepanjang satu tahun, sebab masih banyak kejadian-kejadian luar biasa lainnya yang saya temui sepanjang 2015.
Catatan ini saya niatkan bukan untuk narsis, apalagi pamer. Bukan! bukan itu tujuannya. Dengan catatan ini semoga dapat memberikan kemanfaatan bagi siapa saja yang membacanya. Terkhusus, untuk teman-teman saya yang ada di daerah sana. Mari terus berjuang mewujudkan mimpi-mimpi itu. Mimpi-mimpi yang dulu pernah kita ukir bersama, kawan.
Saya sadar apa yang telah saya dapatkan sepanjang 2015 belum sebanding dengan waktu yang saya miliki selama 2015. Saya juga benar-benar menyadari bahwa, apa yang selama ini saya raih, ternyata masih belum ada apa-apanya dibanding mereka, orang-orang yang sangat luar biasa, terutama teman-teman di kampus, Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka selalu memberi inspirasi pada diri ini. Saya juga tau kalau yang mempunyai mimpi besar bukan hanya saya, tapi orang banyak. Biarlah saling berlomba untuk mencapainya. Karena sejatinya perjalanan hidup adalah perjalanan dalam berfastabiqul khoirot.
Terima kasih atas doa dan curahan kasih sayang yang tiada henti untuk bapak ibuk di rumah. Terima kasih juga untuk para guru, dosen di kampus, ustadz-ustadz di pondok, juga pak yai yang selalu mewanti-wanti memberikan banyak pelajaran pada hidup. Untuk semua teman saya, teman kampus, teman diorganisasi, teman di di pesantren, teman para penulis-penulis senior yang selalu membimbing saya untuk terus belajar menulis. Terima kasih banyak, untuk semua, telah menemani dan meningspirasi saya sepanjang 2015.
Catatan ini merupakan ungkapan rasa syukur saya kepada Allah SWT yang telah memberikan waktu selama 2015. Saya hanya ingin bersyukur terhadap apa yang telah diberikan untuk saya. Bagi saya, menuliskan catatan hidup merupakan salah satu cara untuk bersyukur. Menghitung dan menuliskan nikmat-Nya.
Selanjutnya, tahun 2016 merupakan kesempatan saya untuk mengejar ketertinggalan diri dari orang-orang luar biasa tersebut. Pada 2016 saya tetap ingin mengembangkan diri dalam kepenulisan dan terus memperdalam bahasa Inggris—meningkatkan skor TOEFL. Tolong ingatkan saya jika saya lupa, kawan! Semoga kita semua beri hidup yang manfaat berokah, selalu dalam perlindungan-Nya, serta menjadi lebih baik di tahun 2016 dan tahun-tahun selanjutnya. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin!

Biarkanlah catatan ini abadi. Menjadi cermin diri. Kini, nanti, dan selamanya. Wallahu A’lam Bisshawaf!

Yogyakarta, 21 Desember 2015
*Misbahul Munir
Anak Kecil dari daerah terpencil. Desa Embacang, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatra Selatan. Saat ini sedang belajar untuk menggapi mimpi-mimpinya.

Kamis, 07 Mei 2015

AL-FATH : RISALAH KEMENANGAN

AL-FATH : RISALAH KEMENANGAN
Oleh:
Misbahul Munir[1]

Allah swt. menurunkan Islam dengan misi yang jelas sebagaimana ditegaskan di dalam surah Al-Fath (Kemenangan) ayat 28: “Dia-lah (Allah) yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang Haqq, agar di-zhahir-kannya (agama yang haqq itu) di atas seluruh agama-agama yang lain. Dan cukuplah Allah sebagai saksi”.

Berarti risalah Islam ditujukan agar umat Islam mencapai kemenangan paripurna dan komprehensif

Rabu, 06 Mei 2015

ARTI SEBUAH CITA-CITA

1430933599693738761
Hidup ini tak obahnya laksana sebuah bahtera yang tengah berlayar di samudera luas. Bilamana cuaca baik dan laut dalam keadaan tenang, maka berlayar merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Tetapi sebaliknya, bilamana cuaca jelek, angin bertiup kencang, badai mengamuk dan menerjang, maka berlayar merupakan sesuatu yang sangat menakutkan.

Begitulah gambaran hidup ini, terkadang menyenangkan terkadang pula