AL-FATH : RISALAH
KEMENANGAN
Oleh:
Misbahul Munir[1]
Allah
swt. menurunkan Islam dengan misi yang jelas sebagaimana ditegaskan di dalam
surah Al-Fath (Kemenangan) ayat 28: “Dia-lah (Allah) yang telah mengutus
Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang Haqq, agar di-zhahir-kannya (agama
yang haqq itu) di atas seluruh agama-agama yang lain. Dan cukuplah Allah
sebagai saksi”.
Berarti
risalah Islam ditujukan agar umat Islam mencapai kemenangan paripurna dan
komprehensif
dalam kehidupan dunia ini, sebelum nantinya juga memetik
kemenangan di alam akhirat berupa Taman Surga. Kemenangan semacam itu, telah
diwujudkan secara sempurna oleh generasi muslim angkatan pertama – para Sahabat
ra. – dengan dipimpin langsung oleh Nabi Besar Muhammad SAW.
Dengan demikian, tertolaklah
pemahaman parsial bahwa sah-sah saja umat Islam mengalami kekalahan dalam
berbagai bidang di dunia kini, asalkan mereka di akhirat tetap masuk Surga. Ini
adalah pemahaman yang absurd dan kontradiktif yang merupakan apologia
semata-mata. Kemenangan yang diajarkan Islam adalah kemenangan total yang berkesinambungan,
diawali dari kemenangan di dunia fana ini dan berlanjut secara kontinu sampai
ke Taman Surga di alam akhirat yang baqa’.
Misi
mencapai kemenangan tersebut, memang diprogramkan agar diwujudkan dalam konteks
masyarakat multi-kultural, baik dalam makna kemajemukan etnis, kemajemukan
bangsa, kemajemukan ideologi, dan sekaligus kemajemukan agama. Dalam suasana
multi-kultural semacam itulah umat Islam wajib berjuang mengamalkan Islam dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedemikian rupa sehingga
mencapai kejayaan, keunggulan dan kemenangan.
Pantaslah
apabila Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya R.A., dalam Al-Qur’an
dipuji sedemikian rupa sebagai umat terbaik sepanjang zaman dari sejak
penciptaan awal semesta alam sampai qiamat kubra di akhir zaman nanti : “Kalian
adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk seluruh umat manusia, (karena kalian)
menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman
kepada Allah”. (QS. Ali ‘Imran: 110). Ayat ini sekaligus menggambarkan
kriteria-kriteria karakter utama yang harus diamalkan dalam rangka mewujudkan
misi Islam mencapai kemenangan yang paripurna.
Penutup
surah Al-Fath juga menggambarkan betapa mulianya karakter Rasulullah
Muhammad SAW beserta seluruh sahabat-sahabatnya ra. : “Muhammad adalah
utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia, bersikap tegas terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kalian lihat mereka
ruku’ dan sujud mencari keutamaan dan keridhaan dari Allah. Pada wajah mereka
tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka di dalam Taurat
dan demikian juga perumpamaan mereka di dalam Injil, yaitu seperti benih yang
mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan
tegak lurus di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya,
karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan
orang-orang beriman). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan
beramal shaleh di antara mereka, ampunan dan pahala yang agung”.
Dengan
demikian, kewajiban kita semua adalah bersinergi, bekerja sama, beramal
jama’i, berhijrah, dan berjihad mengamalkan Al-Islam dalam rangka
mewujudkan kemenangan dan kejayaan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Semoga
Allah SWT meridhai kita semua. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.
[1] Mahasiswa Program Studi
Ekonomi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar