Jumat, 24 April 2015

HARAPAN UNTUK KAPOLRI BARU

Harapan Untuk Kapolri Baru

Tiga bulan negeri ini vakum tanpa memiliki kapolri. Dan, akhirnya kevakuman itu terjawab dengan dilantiknya Badrodin Haiti di Istana Merdeka pada jum’at (17/4). Pelantikan oleh Presiden Joko Widodo itu berlangsung sehari setelah proses uji kepatutan dan kepantasan di DPR RI. Hal ini bisa menjadi kabar baik bagi rakyat sekaligus harapan baru.
Proses di DPR RI pun berlangsung sangat singkat
. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mendengarkan dan menerima 9 visi Badrodin. Semua serba mulus tanpa ada halangan sama sekali. Calon tunggal yang diusulkan Presiden ini nampaknya sudah mendapatkan restu dari para anggota dewan. Semoga karena yang terbaik.
Dan kini kita menunggu penuh harap akankah jendal Badrodin memenuhi ekspektasi publik akan kinerja dan citra kepolisian yang sejak 15 tahun belakangan semakin turun. Penurunan tersebut disebabkan oleh banyak hal. Dan yang paling nampak, masyarakat luas bisa menilai berdasarkan pengalaman yang ditemui. Polisi sebagai badan pengak hukum nyatanya banyak yang melanggar hukum.
Berbagai jajak pendapat menyebutkan lebih dari separuh responden menilai kinerja Polri kurang maksimal. Citra posotif Polri pun turun tergerus dalam tiga bulan terakhir sejak kontroversi kasus Komjen Budi Gunawan. Dan untuk memperbaiki citra dan image Polri sebagai badan penegak hukum yang sedang terus menurun, diperlukan sosok yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas mumpuni.
Penilaian publik terhadap kinerja Polri itu didasari pengetahuan dan pengalaman responden survey terhadap sepak terjang Polri selama ini. Tanpa disebut pun, publik sudah tahu bagaimana sepak terjang yang dimaksud. Yang terutama polisi mudah disuap. Selain itu, jika berurusan dengan Polisi, pasti selalu mengeluarkan uang. Sudah melekat dibenak masyarakat luas. Urusan apapun yang berkaitan dengan polisi ujung-ujungnya adalah uang. Hal inilah yang membuat publik semakin geram dengan penegak hukum satu ini.
Akankah Badrodin mampu memperbaiki kinerja dan citra kepolisian yang sudah sedemikian turun? Berprasangka baik tentu jauh lebih baik dari pada berprasangka buruk. Semoga Jendral Badrodin mampu memberikan kinerja terbaiknya. Dapat merealisasikan apa yang telah menjadi visi misinya. Sehingga dapat memberikan perubahan yang signifikan dalam tubuh Polri. Perubahan yang lebih baik tentunya.
Mencermati Visi Badrodin Haiti
Mencermati paparan visi dan program prioritas Badrodin di DPR RI beberapa waktu lalu agaknya kali ini “bolehlah” kita berharap. Dalam pemaparannya, Badrodin lebih fokus untuk memperbaiki SDM dan sistem internal ditubuh Polri. Kemudian ada beberapa lagi poin penting yang nampaknya ditujukan secara kusus untuk memperbaiki citra Polri.
Badrodin memprioritaskan revormasi internal Polri bidang SDM, sarana prasarana, dan anggaran. Kemudian, melakukan revolusi mental SDM Polri melalui perbaikan sistem rekrutmen, peningkatan kesejahteraan, pendidikan, dan pelatihan serta pengawasan. Nampaknya visi Barodin serius melakukan perbaikan ditubuh Polri. Semoga bisa benar terealisasi dan tidak hanya sekedar visi belaka saja.
Selain itu, badrodin mengusung penguatan kemampuan pencegahan kejahatan dengan landasan prinsip “pemolisian proaktif” (proaktif policing) dan “pemolisian yang berorientasi pada penyelesaian akar masalah” (problem oriented policing). Memaksimalkan akan keaktifan Polisi dalam menangani masalah, menambah peran Polisi dalam “melayani” masyarakat sehingga dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat yang selama ini “hilang”.
Masih ada beberapa visi lagi yang berorientasi kepada performa Polri yang lebih dominan, pengayom, dan pelindung masyarakat. Semua itu merupakan jawaban Badrodin akan harapan masyarakat kepada Polri. Dapat mengayomi dan melindungi masyarakat.
Yang menarik, badrodin akan meningkatkan kemampuan penegakan hukum yang profesional terutama melalui penyidikan Ilmiah. Mungkin ini kabar baik untuk perbaikan sistem hukum di Negeri ini. Sebab masalah hukum sampai hari ini masih kocar-kacir. Yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan.
Semua visi tersebut tentu tidak mudah untuk diwujudkan. Badrodin harus dibantu oleh para pemangku kepentingan institusi Polri. Semua harus dikerjakan secara bersama-sama. Saling membantu dan memperbaiki satu sama lain.
Kita memerlukan Kapolri yang jujur, tegas dan konsisten. Dengan demikian mampu mencerminkan tribrata Polri sebagai pedoman hidup polisi. Semoga Badrodin bisa memberikan perubahan yang lebih baik bagi Polri. Memaksimalkan pelayanan pada masyarakat.
Publik optimis lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1982 itu mampu memulihkan wibawa Polri ditengah masyarakat. Harapan untuk Kapolri baru. (*)

Wallaahu a’lam!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar