Tiga bulan
negeri ini vakum tanpa memiliki kapolri. Dan, akhirnya kevakuman itu terjawab
dengan dilantiknya Badrodin Haiti di Istana Merdeka pada jum’at (17/4).
Pelantikan oleh Presiden Joko Widodo itu berlangsung sehari setelah proses uji
kepatutan dan kepantasan di DPR RI. Hal ini bisa menjadi kabar baik bagi rakyat
sekaligus harapan baru.
Proses di DPR
RI pun berlangsung sangat singkat
. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mendengarkan dan menerima 9 visi Badrodin. Semua serba mulus tanpa ada halangan sama sekali. Calon tunggal yang diusulkan Presiden ini nampaknya sudah mendapatkan restu dari para anggota dewan. Semoga karena yang terbaik.
. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mendengarkan dan menerima 9 visi Badrodin. Semua serba mulus tanpa ada halangan sama sekali. Calon tunggal yang diusulkan Presiden ini nampaknya sudah mendapatkan restu dari para anggota dewan. Semoga karena yang terbaik.
Dan kini kita
menunggu penuh harap akankah jendal Badrodin memenuhi ekspektasi publik
akan kinerja dan citra kepolisian yang sejak 15 tahun belakangan semakin turun.
Penurunan tersebut disebabkan oleh banyak hal. Dan yang paling nampak,
masyarakat luas bisa menilai berdasarkan pengalaman yang ditemui. Polisi sebagai
badan pengak hukum nyatanya banyak yang melanggar hukum.
Berbagai jajak
pendapat menyebutkan lebih dari separuh responden menilai kinerja Polri kurang
maksimal. Citra posotif Polri pun turun tergerus dalam tiga bulan terakhir
sejak kontroversi kasus Komjen Budi Gunawan. Dan untuk memperbaiki citra dan image
Polri sebagai badan penegak hukum yang sedang terus menurun, diperlukan
sosok yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas mumpuni.
Penilaian
publik terhadap kinerja Polri itu didasari pengetahuan dan pengalaman responden
survey terhadap sepak terjang Polri selama ini. Tanpa disebut pun, publik sudah
tahu bagaimana sepak terjang yang dimaksud. Yang terutama polisi mudah disuap. Selain
itu, jika berurusan dengan Polisi, pasti selalu mengeluarkan uang. Sudah
melekat dibenak masyarakat luas. Urusan apapun yang berkaitan dengan polisi
ujung-ujungnya adalah uang. Hal inilah yang membuat publik semakin geram
dengan penegak hukum satu ini.
Akankah Badrodin
mampu memperbaiki kinerja dan citra kepolisian yang sudah sedemikian turun?
Berprasangka baik tentu jauh lebih baik dari pada berprasangka buruk. Semoga
Jendral Badrodin mampu memberikan kinerja terbaiknya. Dapat merealisasikan
apa yang telah menjadi visi misinya. Sehingga dapat memberikan perubahan yang signifikan
dalam tubuh Polri. Perubahan yang lebih baik tentunya.
Mencermati Visi Badrodin Haiti
Mencermati
paparan visi dan program prioritas Badrodin di DPR RI beberapa waktu lalu
agaknya kali ini “bolehlah” kita berharap. Dalam pemaparannya, Badrodin lebih
fokus untuk memperbaiki SDM dan sistem internal ditubuh Polri. Kemudian ada
beberapa lagi poin penting yang nampaknya ditujukan secara kusus untuk
memperbaiki citra Polri.
Badrodin memprioritaskan
revormasi internal Polri bidang SDM, sarana prasarana, dan anggaran. Kemudian,
melakukan revolusi mental SDM Polri melalui perbaikan sistem rekrutmen,
peningkatan kesejahteraan, pendidikan, dan pelatihan serta pengawasan. Nampaknya
visi Barodin serius melakukan perbaikan ditubuh Polri. Semoga bisa benar terealisasi
dan tidak hanya sekedar visi belaka saja.
Selain itu,
badrodin mengusung penguatan kemampuan pencegahan kejahatan dengan landasan
prinsip “pemolisian proaktif” (proaktif policing) dan “pemolisian yang
berorientasi pada penyelesaian akar masalah” (problem oriented policing).
Memaksimalkan akan keaktifan Polisi dalam menangani masalah, menambah peran
Polisi dalam “melayani” masyarakat sehingga dapat mengembalikan kepercayaan
masyarakat yang selama ini “hilang”.
Masih ada
beberapa visi lagi yang berorientasi kepada performa Polri yang lebih dominan,
pengayom, dan pelindung masyarakat. Semua itu merupakan jawaban Badrodin akan
harapan masyarakat kepada Polri. Dapat mengayomi dan melindungi masyarakat.
Yang menarik,
badrodin akan meningkatkan kemampuan penegakan hukum yang profesional terutama
melalui penyidikan Ilmiah. Mungkin ini kabar baik untuk perbaikan sistem hukum
di Negeri ini. Sebab masalah hukum sampai hari ini masih kocar-kacir.
Yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan.
Semua visi
tersebut tentu tidak mudah untuk diwujudkan. Badrodin harus dibantu oleh para
pemangku kepentingan institusi Polri. Semua harus dikerjakan secara
bersama-sama. Saling membantu dan memperbaiki satu sama lain.
Kita memerlukan
Kapolri yang jujur, tegas dan konsisten. Dengan demikian mampu mencerminkan
tribrata Polri sebagai pedoman hidup polisi. Semoga Badrodin bisa memberikan
perubahan yang lebih baik bagi Polri. Memaksimalkan pelayanan pada masyarakat.
Publik optimis
lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1982 itu mampu memulihkan wibawa Polri
ditengah masyarakat. Harapan untuk Kapolri baru. (*)
Wallaahu a’lam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar