“Kemana
para Pejabat dan Wakil Rakyat, kok Tidak Pernah Kesini lagi Semenjak Usai masa
Kampanye Tahun lalu?”
Oleh : Misbahul
Munir
Negeri Serpihan surga
Negeri ini hampir
mempunyai segalanya. Luas lautannya terbesar di Dunia, seluas 93 ribu km2
dan panjang pantainya sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai dunia.
Pulaunya terbanyak
di Dunia, ada 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan
6.000 pulau yang tidak berpenguni). Tiga dari enam pulau terbesar di Dunia
, ada
di Negeri ini.
Negeri ini
memiliki kekayaan sumber daya alam yang amat sangat melimpah ruah. Kekayaan
flora faunanya juga menakjubkan. Ada 300.000 jenis satwa liar (17% satwa di
Dunia). Ada 515 jenis mamalia hidup disini (terbanyak di Dunia), dan Negeri ini
menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Sebanyak 45 % jenis ikan di Dunia, hidup di Lautan Negeri
ini.
Terumbu
karangnya (Coral Reef) adalah yang terkaya (18% dari total Dunia). Biodeversity
anggreknya terbesar di Dunia, ada 6 ribu jenis anggrek. Memiliki hutan bakau
terbesar di Dunia. Negeri ini juga memiliki species ikan hiu terbesar di
Dunia yaitu 159 species. Primata terkecil di Dunia, ular terpanjang di Dunia,
ikan terkecil di Dunia, bunga terbesar di Dunia, semua ditemukan di Negeri ini.
Bahkan satu-satunya binatang purba darat terbesar di Dunia yang masih hidup ada
di Negeri ini.
Kekayaan
perkebunan dan kehutanannya juga mencengangkan. Negeri ini adalah
pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar
Dunia. Produk cengkeh (Cloves), pala (Nutmeg), minyak sawit
mentah (Crude Palm Oil) menempati No. 1 di Dunia. Hasil karet alamnya
No. 2 di Dunia, hasil cokelatnya No. 3 di Dunia.
Sumber daya
Energi dan mineralnya juga luar biasa. Negeri ini adalah penghasil gas alam
cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia), penghasil batu
bara terbesar, juga produsen timah terbesar kedua. ( Dikutip dari Isa Alamsyah:
Negeri yang mempunyai segalanya)
Negeri ini juga
memiliki tanah yang subur. Sehingga ada yang mengatakan bahwa tanahnya adalah tanah
surga, karena tongkat dan batu bisa jadi tanaman. Itulah negeri serpihan Surga,
INDONESIA.
Selain kaya akan
sumber daya alam (SDA), Indonesia juga kaya akan sumber daya manusia (SDM).
Untuk saat ini, Indonesia mempunyai jumlah penduduk terbesar ke-empat di Dunia,
dibawah Cina (1,355 miliar), India (1,236 miliar), Amerika Serikat (318,892
juta) dan Indonesia (253,60 juta). (Mengutip data Departemen perdagangan AS,
melalui Biro sensusnya kamis, 6/3/2014)
Fakta-fakta
tersebut membuktikan bahwa Negeri ini mempunyai kekayaan yang tak ternilai.
Seandainya jika semua sumber daya yang ada di Negeri ini dikelola dengan baik
dan benar, pastilah Negeri ini akan menjadi negeri yang Makmur dan Sejahtera.
Bahkan mungkin bisa menjadi salah satu negara yang maju dalam segala bidang.
Termasuk dalam bidang Ekonomi.
Dengan segala kekayaan ini, apakah penduduk negeri ini Sejahtera?
Namun nyatanya,
dengan segala sumber daya yang amat sangat melimpah ruah, nampaknya Negeri ini belum
bisa dikatakan sebagai negara yang maju dalam segala bidang. Termasuk dalam
bidang ekonomi.
Tampaknya sumber
daya yang dimiliki belum bisa dikelola dengan baik dan benar. Rakyat yang ada
di Negeri ini belum bisa menikmati kekayaan yang mereka miliki. Bahkan ironinya
lagi, kekayaan akan sumber daya tersebut tidaklah dinikmati oleh Rakyat Negeri
ini, tetapi malah dinikmati oleh pihak asing yang mempunyai banyak
modal. Pihak asing-lah yang banyak menikmati hasil kekayaan Negeri ini. Inilah
yang membuat rakyat Negeri ini semakin “menderita”. Kekayaan yang Rakyat miliki,
ternyata tidak bisa membuatnya menjadi “sejahtera”. Kehidupan mereka semakin
hari malah semakin “sengsara”.
Nasib Rakyat di Daerah Terpencil
Sengsara, inilah
yang dirasakan oleh masyarakat yang ada didesa Transbandep Embacang. Desa yang
berada di kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan komering Ilir, Sumatra Selatan.
Daerah ini merupakan daerah terpencil. Jauh dari jangkauan perkotaan. Jaringan
telepon seluler masih sangat sulit. Jalan untuk masuk daerah ini rusak sangat
parah. Apalagi kalau musim penghujan, jalan yang biasa dilewati untuk
wira-wiri menjadi sangat becek dan banyak lumpur. Ini salah satu alasan
yang membuat kehidupan ditempat tersebut semaikin “susah”.
Ini merupakan
akses jalan masuk menuju desa Transabandeb Embacang, pemerintah daerah setempat
seolah tidak tau dengan keadaan ini.
Daerah ini
sebenarnya berada pada perkebunan kelapa sawit. Namun perkebunan tersebut tidak
dimiliki oleh masyarakat desa Transabandep Embacang. Perkebunan kelapa sawit banyak
dikuasai oleh pihak asing. Pihak asing yang menanamkan modal dan
meiliki pabrik kelapa sawit, seolah menjadi penguasa tunggal disana. Tidak ada
yang bisa dan berani mengusiknya.
Lalu bagaimana
dengan nasib masyarakat didaerah tersebut? Masyarakatnya hanya dijadikan
sebagai pekerja untuk memanen dari hasil perkebunan kelapa sawit
tersebut. Ibaratnya hanya dijadikan kuli atau “buruh kasaran”
dirumah sendiri. Penghasilan mereka masih tidak menentu.
Sebenarnya, selain
perkebunan kelapa sawit, daerah tersebut juga merupakan perkebunan karet. Namun
lagi-lagi Rakyat tetap banyak yang hanya menjadi buruh saja. Harga karet yang
dijual oleh petani lebih murah dari harga pada umunya. Salah satu penyebabnya
adalah jalan yang digunakan untuk wira-wiri mengangkut karet rusak sangat parah. Sedangkan harga karet
pada umunya saat ini hanya Rp.6.000 per kilogram. Sementara harga BBM didaerah
tersebut mencapai hingga Rp. 9.000 per liter. Perbandingan harga tersebut tentu
saja menyulitkan para petani. (Dikutip dari harian tribun sumsel, Jumat 10/04/2015
halm. 18)
Apalagi jika
ditambah dengan keadaan seperti saat ini-harga Bahan Bakan Minyak (BBM) yang
terus naik dengan penuh ketidakjelasan, yang kemudian menjadikan harga bahan
kebutuhan pokok (SEMBAKO) terus melonjak naik. Untuk mencukupi kehidupan
sehari-hari saja sangat sulit. Lalu bagaimanakah nasib rakyat yang berada
didaerah terpencil tersebut? Siapakah yang bisa memperjuangkan nasib mereka? kemana
para pejabat dan wakil rakyat, kok tidak pernah datang kesini lagi semenjak
usai masa kampanye tahun lalu? Akankah kehidupan mereka akan berlanjut
seperti itu secara terus menerus? Saya yakin, di Negeri serpihan Surga ini
masih banyak terdapat daerah yang terpencil dan tertinggal seperti yang saya
uraikan diatas.
Wallaahu a’lam! (*)

Tulisan kak munir keren.
BalasHapusSeharusnya pemerintah lebih jeli dalam memperhatikan rakyat kecil yang ada di pelosok.
Salam kak dari saya, Hadi Surahman anak SMAN 1 Lempuing Jaya
www.hadiwapper.tk
yaps,, terima kasih dek,,
Hapusiya dik,, salam kembali dari ,,
km masih sekolah di smansapuja sekarang?
Iya kak, bentar lagi lulus.
BalasHapusDoakan ya biar lulus dan diterima di SNMPTN.
Top 10 best slots casinos for 2021 - SOL.EU
BalasHapusBest 출장마사지 Slots novcasino Casino: Best sol.edu.kg Real Money Slots Sites 2021 casino-roll.com · Red Dog Casino: Best Overall Slots Casino For USA Players · Ignition gri-go.com Casino: Best Casino For Roulette